Bercerita Masa Lalu
( Edited Image, source: Vecteezy )

Film yang Bercerita Masa Lalu

5 Jul 2024, (terakhir diedit pada 5 Jul 2024)
466
0

Halo teman-teman, kali ini kita akan membahas tetang daftar film lagi. Film lagi, film lagi! Apa tidak bosan? Well, sedikit. Namun topik ini merupakan topik yang paling kepikiran di otak saya sekarang ini. Dan boleh dikatakan tulisan ini adalah efek samping dari menulis tulisan sebelumnya.

Jadi apa sih 'film yang bercerita masa lalu' itu? Okey dalam daftar kali ini, saya mencoba memuat film-film yang menampilkan seorang tokoh yang menceritakan kisahnya yang terjadi di waktu lampau. Tidak ada syarat khusus di sini, karena di tulisan-tulisan saya sebelumnya saya juga selalu mengakhiri dengan "...kalau ada ralat, silakan disampaikan...." begitu juga dengan "...banyak film ini saya tonton lama sekali, jadi saya mungkin lupa....", kira-kira begitu. Jadi tulisan ini tidak berusaha fix atau saklek atau terpaku pada syarat-syarat. Yang penting ada tokoh dan ia bercerita, itu saja cukup. Tidak peduli apakah cerita itu terjadi lama sekali atau baru kemarin. Tidak juga terbatas pada seberapa signifikan waktu masa kini dan kilas baliknya.

Sehingga saya ingin mengemukakannya di awal. Kalau ada yang tidak setuju, atau ingin menambahkan, bisa banget kok. Saya ingin agar tulisan ini seperti bagaimana orang-orang bicara dengan teman-teman saat ngobrol bareng, saling berpendapat, bisa saling menyalahkan begitu juga membenarkan.

Saya tadi bilang 'efek samping dari menulis tulisan sebelumnya', apa maksudnya? Maksudnya, saya teringat film-film ini saat saya mencari film-film dengan alur non linear. Kalau ada tokoh yang bercerita tentang masa lalu, pasti ada setidaknya dua latar waktu di sana: masa sekarang (anggap saja begitu) saat sang tokoh bercerita, dan masa lalu yang ia ceritakan. Namun saya tidak merasa teknik bercerita seperti ini benar-benar memperlihatkan kekuatan dari non linear story telling. Sebab, masa lalu yang diceritakan tidak terlalu mempengaruhi masa sekarang saat sang tokoh bercerita. Makanya saya tidak memasukkan film jenis ini dalam daftar tersebut. Namun saat saya pikir-pikir, sebenarnya banyak juga film yang punya cara menyampaikan ceritanya seperti ini. Akhirnya saya buat daftar tersendiri ini.

Okey, langsung saja ini dia film-filmnya!

The Gentlemen (2019)

Okey, kita akan mengawali daftar dengan film paling muda. The Gentlemen merupakan salah satu film yang saya suka dari sutradara yang juga saya suka, Guy Ritchie. Saya tertarik dengan film ini awalnya karena banyak video di Youtube dan Instagram yang memperlihatkan potongan-potongan film ini. Di sana terlihat gaya-gaya cool dari karakter di dalamnya, yang memang kelihatan lakik banget sih. Setelah saya tahu pemain-pemainnya ternyata top, saya jadi semakin tertarik.

Menceritakan tentang kehidupan seorang Amerika yang menjadi mafia ganja di Inggris, Michael Pearson (Matthew McConaughey) mengalami berbagai masalah dalam bisnisnya. Semua itu menjadi objek pengamatan Fletcher (Hugh Grant), seorang investigator swasta. Ia lalu menemui Raymond (Charlie Hunnam yang saya suka semenjak perannya dalam Pacific Rim), anak buah Pearson untuk memeras kelompok mafia ini. Ia menceritakan berbagai informasi sensitif mulai dari persaingan dengan mafia beranggotakan orang-orang Asia, hubungan saling curiga dengan mafia lain, tugas-tugas rahasia dari keluarga pemerintah, insiden tidak diinginkan dengan klub tinju remaja, hingga urusan pelik dengan wartawan high profile.

The Gentlemen The Gentlemen (sumber: IMDb)

Film ini asyik sih untuk ditonton, khas tontonan bapack-bapack yang berisi mafia-mafia atau gengster-gengster. Cerita kelam, kriminal, dengan berbagai aspek dan banyak sisi yang rumit. Berbagai polemik tersebut lalu mengarah ke karakter utama untuk mengetes seberapa mampu ia dalam menyelesaikannya. Apakah ia berhasil? Seharusnya, karena ini film. Jadi yang lebih penting adalah, bagaimana dia bisa berhasil? Secerdik apa dan sehebat apa cara penyelesainnya?

Walau bagaimanapun, film ini punya hal-hal yang kurang menarik. Mungkin yang menjadi kekurangan dari film ini adalah temponya yang terasa lambat di awal. Unsur komedi dalam film membantu memang, tapi tetap saja sisi-sisi cerita yang banyak perlu disampaikan, yang berarti perlu waktu.

Kalau bicara tentang karakter yang bercerita - yang menyangkut topik tulisan ini - saya rasa memberikan kemudahan film untuk menyusun cerita. Banyak sisi cerita dapat diselingi situasi dan kondisi dari karakter yang bercerita di masa sekarang, sehingga transisi menjadi lebih halus. Kemudian penonton juga mendapat sudut pandang dari karakter-karakternya, sehingga tinggal ngikut saja dengan jalan pikiran mereka.

The Usual Suspects (1995)

Salah satu film legend, The Usual Suspects merupakan salah satu dari 250 film dengan rating tertinggi di IMDb sejak saya SMA hingga saat saya menulis tulisan ini. Namun bukan itu alasan utama saya menonton film ini. Saya tertarik dengan film ini lebih karena film ini punya salah satu ending twist paling terkenal di Hollywood. Lalu, tentang apakah film ini?

Sebenarnya saya lupa, hehehe. Saya tidak ingat cerita film ini. Saat saya mencoba baca sinopsis di internet, saya tetap lupa. Yang saya ingat hanyalah adegan pembuka film ini berupa suatu tempat yang diledakkan oleh seorang tokoh misterius bernama Keyser Soze. Beberapa hari kemudian seorang cacat yang terlibat dalam peristiwa tersebut dipanggil ke kantor polisi dan ditanya-tanyai. Ia lalu menceritakan peristiwa yang terjadi.

The Usual Suspects The Usual Suspects (sumber: IMDb)

Karena saya banyak lupa, saya tidak bisa terlalu banyak berkomentar tentang film ini. Yang jelas, film ini sesuai kriteria untuk masuk daftar ini. Film ini juga salah satu film yang sangat terkenal hingga sekarang. Jadi mungkin tetap cocok untuk direkomendasikan ke orang-orang. Untuk masalah ending, saya tidak tahu apakah itu masih twist atau tidak. Film ini sudah sangat tua dan sudah sering dibahas di banyak media. Begitu juga ada parodi-parodi berdasarkan ending-nya tersebut. Yang saya tahu bahkan berbentuk film. Ya tapi justru itulah kecocokannya dengan tulisan ini. Jadi, twist yang ada di ending film ini sangat berkaitan dengan apa yang diceritakan karakter yang cacat tadi.

The Curious Case of Benjamin Button (2008)

Setelah bicara film-film kriminal thriller orang-orang berumur, kita beralih ke film romansa yang tidak biasa. The Curious Case of Benjamin Button adalah salah satu film cinta-cintaan favorit saya. Bukan S-tier favorite sih, tapi cukup suka. Hal ini karena film ini tidak hanya berkisah tentang cinta, tapi juga banyak berisi kisah kehidupan. Selain itu, tentu karena pemainnya. Mereka orang-orang yang good looking, hehehe.

Seperti yang pernah saya ungkapkan di tulisan saya sebelumnya, film ini mencertikan tokoh Benjamin Button (Brad Pitt) yang punya kelainan penuaan fisik. Ia terlahir tua, dan tubuhnya itu menjadi bertambah muda setiap hari berganti. Kisahnya hidupnya tercatat dalam buku yang disimpan oleh teman hidupnya, Daisy (Cate Blanchett, yes! Lady Galadriel herself). Dalam death-bed-nya, Nenek Daisy lalu meminta anak perempuannya untuk membacakan buku tersebut. Di sana tertulis berbagai cerita menarik. Mulai dari bagaimana ia diasuh oleh penjaga rumah panti jompo, bertemu pertama kali dengan Daisy si teman masa kecil, perjalanannya mengarungi lautan, mendapatkan kenyataan siapa orang tuanya yang sebenarnya, hingga bertemu lagi dengan Daisy dan jatuh cinta padanya.

The Curious Case of Benjamin Button The Curious Case of Benjamin Button (sumber: IMDb)

Salah satu kekurangan yang paling sering dibicarakan kritikus film tentang film ini adalah ceritanya tidak begitu orisinal. Film ini mirip dengan film-film drama kehidupan serupa yang sudah ada sebelumnya. Salah satunya katakanlah Forrest Gump (1994). Ya namanya juga salah satu anggota tim penulisnya sama. Namun kalau tidak memikirkan hal ini, maka film ini menurut saya bagus. Menyentuh dengan masalah-masalah hidup, yang diceritakan dengan realistis dan relatable. Ada masalah keluarga, cita-cita nyambung ke profesi, penerimaan diri, dan cinta kasih. Tokoh Benjamin sendiri bisa dikatakan tokoh yang menyenangkan. Berbagai tindakannya menunjukkan kebaikan hati. Kadang kita merasa senang melihat tokoh-tokoh fiksi macam ini. Apalagi jika ditampilkan dalam media audio-visual, kita jadi merasa kebaikan itu sebenarnya ada dan bisa dilakukan. (apalagi yang main Brad Pitt, hadew meleleh, maaf-maaf kalau tidak objektif teman-teman)

Titanic (1997)

Film legend lain yang menggunakan teknik 'tokoh bercerita masa lalu' adalah Titanic. Siapa yang tidak kenal film ini? Film romance paling terkenal sepanjang masa! Entah mengapa film tentang kapal tenggelam malah berkisah tentang cinta-cintaan. Namun, siapa saya mempertanyakan hal itu?

Apakah saya harus membahas sinopsisnya? Well sebaiknya iya biar adil ke semua film di daftar ini. Mulai dari awal banget, alasan Titanic diungkit adalah karena suatu tim peneliti yang mengais sisa-sisa kapal ini. Dengan teknologi modern, mereka berhasil mengangkat banyak barang. Sayangnya, mereka tidak bisa menemukan apa yang mereka cari, sebuah kalung dengan batu mulia indah yang sangat berharga di dunia. Berbagai hal terjadi hingga mereka lalu mendapat kesempatan mendengar peristiwa nahas di masa lalu tersebut dari saksi hidup secara langsung. Rose lalu bercerita tentang dirinya saat masih muda (Kate Winslet) yang naik kapal itu sebagai penumpang VIP. Ia dalam perjalanan untuk menikah dengan orang kaya sebagai usaha menyelamatkan hidupnya dan hidup keluarganya. Di saat bersamaan ada Jack (Leonardo DiCaprio), seorang seniman lepas, yang berkesempatan naik Titanic sebagai penumpang kelas rendah setelah menang taruhan. Kedua orang itu lalu bertemu dan saling jatuh cinta. Takdir lalu menabrakkan Titanic ke gunung es dan menenggelamkan kapal itu. Apa yang terjadi dengan Rose dan Jack? (hint, sesuatu yang berhubungan dengan pecahan kapal) Apa juga yang terjadi dengan kalung batu mulai berharga?

Titanic Titanic (sumber: IMDb)

Bagaimana menurut kalian sinopsis di atas? Kurang bagus? Tidak menyoroti bagian yang lebih penting? Yah, mau bagaimana lagi? Film ini tentang kapal tenggelam, sebuah peristiwa besar sepanjang sejarah (asli), yang banyak menyoroti kisah cinta (fiksi) yang kebetulan saja ada di sana. Anyway, sebagai film drama, film ini menurut saya tetap bagus dan menyentuh. Untuk masalah momen Rose yang sudah tua yang bercerita ke tim peneliti, saya rasa itu menambah satu elemen yang membuat film ini berkesan. Berkesan dalam dan romantis. Apa benar begitu? Mungkin saya berlebihan....

Life of Pi (2012)

Film yang sangat terkenal sewaktu saya SMA, Life of Pi adalah film yang selalu bisa direkomendasikan kepada hampir semua orang. Minimal dari gambarnya, orang pasti bisa menikmati. Film yang memang ditujukan untuk penghargaan-penghargaan bergengsi di dunia perfilman.

Apa yang begitu menarik dari film ini? Ceritanya sudah 'menceritakan' hal itu. Film ini mengikuti kisah hidup Pi yang pernah mengalami peristiwa luar biasa nan mengagumkan. Ia bercerita secara gamblang kepada seorang penulis. Mulai dari masa kecilnya hingga saat peristiwa itu terjadi: bertahan hidup dengan terkatung-katung di atas laut di perahu kecil bersama seekor harimau setelah menjadi korban kecelakaan kapal laut.

Life of Pi Life of Pi (sumber: IMDb)

Yah, film lama yang saya banyak yang lupa. Sebenarnya sisa film di daftar ini saya lupa juga, hehehe. Yang jelas, ini film drama. Sinopsis di atas saya tulis yang pasti-pasti saja.

Kalau bicara tentang teknik 'tokoh yang bercerita masa lalu', menurut saya ada 2 kegunaan di film ini. Yang pertama adalah memberi kesan bahwa kejadian di film berdasarkan kisah nyata, alias pernah benar-benar terjadi. Perlu diketahui, film ini 100% fiksi, diangkat dari sebuah novel. Sudah saya pastikan dengan googling. Memang tidak hanya teknik berceritanya saja, tapi menurut saya teknik ini adalah salah satu yang membuat film ini terkesan nyata.

Kegunaan yang kedua adalah memberikan makna cerita dengan lebih tersurat. Sang tokoh bisa memberikan kesan-kesannya dengan lebih lugas dalam dialog-dialog dalam film. Menurut saya ini berbeda dari konsep film lain yang memberikan makna secara tersirat dari adegan-adegannya atau alur ceritanya. Maksud cerita menjadi lebih jelas hingga penonton juga lebih mudah memahami.

The Grand Budapest Hotel (2014)

Film yang unik sekali. The Grand Budapest Hotel merupakan film arahan sutradara Wes Anderson yang punya gaya khas dalam menyusun film. Gambar-gambar di film ini diambil dengan sudut tegak lurus serta warna-warna yang cerah dan mencolok. Iconic banget lah. Itu belum menyangkut latar waktu lawas tempat cerita film ini berada.

Dimulai dari tokoh penulis (Jude Law) yang sedang berlibur di Grand Budapest Hotel, ia secara kebetulan bertemu dengan pemilik tempat mewah tersebut, Zero Moustafa (F. Murray Abraham). Ia lalu diajak makan malam untuk mendengar kisah sang konglomerat. Ternyata ia dulu adalah lobby boy (Tony Revolori) di hotel tersebut. Ia bekerja di bawah M. Gustave (Ralph Fiennes) yang mengatur segala urusan hotel. Ia adalah orang yang hebat dan pekerja keras, tapi punya kelemahan: suka terlibat dalam affair dengan wanita-wanita tua yang kaya raya. Suatu waktu, kelemahannya itu membawanya ke masalah yang tidak sepele. Mulai dari dituduh membunuh salah satu kekasih gelapnya tersebut, lukisan ternama yang hilang, hingga dikejar-kejar anggota keluarga mendiang yang terafiliasi militer berbahaya.

The Grand Budapest Hotel The Grand Budapest Hotel (sumber: IMDb)

Seperti yang saya sebut sebelumnya, film inipun juga saya banyak yang lupa. Sinopsis di atas saya buat dengan optimis, boleh jadi ada (atau banyak) bagian-bagian yang salah. Karena kalau saya tulis seadanya, saya yakin jadinya bukan sinopsis tapi cuma kumpulan kalimat tentang film ini saja.

Mengenai teknik 'tokoh yang bercerita masa lalu', menurut saya itu karena film ini bersifat naratif. Film ini berusaha menceritakan atau menguraikan suatu kisah. Buktinya, film ini punya tokoh penulis yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa yang ingin diceritakan. Artinya, film ini punya tema bercerita. Karena itu, film ini rasanya perlu narator. Maka dengan 'tokoh yang bercerita masa lalu', film ini mendapatkan naratornya itu.

Sebagai perbandingan, jenis lain film misalnya bersifat pengalaman. Film-film ini berusaha menghadirkan momen-momen melalui adegan-adegan di dalamnya. Mereka berusaha membuat penonton seakan-akan berada dalam film tersebut. Seperti misalnya film horor atau aksi laga. Kalau film-film yang seperti ini, narator bukan ciri khasnya. Bisa saja pakai narator tapi tidak harus. Yang terpenting adalah membangun adegan-adegannya, hingga terasa nyata di depan mata.

Film The Grand Budapest ini nominasi Oscar Best Picture, makanya selalu bisa jadi rekomendasi. Namun mungkin karena gayanya yang unik, tidak biasa, jadi mungkin rekomendasi tidak selalu berhasil. Orang yang diberi rekomendasi setelah menonton film ini mungkin tidak sependapat dengan yang memberi rekomendasi. Kalau saya sendiri suka dengan film ini. Alasannya ya karena film ini sangat unik.

Edward Scissorhands (1990)

Mungkin ini adalah film yang tidak terlalu memperlihatkan 'tokoh yang bercerita masa lalu'. Momen itu hanya ada di pembuka dan penutup, dengan durasi yang singkat. Karena itu saya tempatkan film ini di urutan paling akhir.

Film ini menampilkan cerita Nenek Kim (Winona Ryder) pada cucunya tentang suatu waktu di masa mudanya. Saat itu ada seorang manusia buatan bernama Edward (Johnny Depp). Ia punya tangan yang tersusun dari gunting. Saat ia dibawa ke kota, segala sesuatunya menjadi rumit. Ia yang tidak mengerti tentang apa-apa dituduh melakukan berbagai tindakan melanggar aturan.

Edward Scissorhands Edward Scissorhands (sumber: IMDb)

Satu lagi film yang saya lupa sekali ceritanya, jadinya sinopsis di atas benar-benar seadanya saja. Namun yang jelas saya yakin film ini menyenangkan untuk ditonton. Ceritanya berjalan dengan lancar melalui adegan-adegan aneh bernuansa komedi. Film lalu berlanjut menjadi semakin drama dan semakin mengguratkan bekas ke hati penontonnya. Saya tidak ingat apakah saya menangis menonton film ini, tapi seingat saya film ini menyentuh. Johnny Depp sendiri yang terkenal sering memainkan karakter-karakter aneh sudah terlihat cakap di film ini. Dan tentunya, Winona Ryder pas masih muda, cantik sekali! Hehehehe.

Daftar Harapan

Okey, dalam Daftar Harapan kali ini saya hanya akan menyebut satu film saja. Film tersebut adalah Atonement (2007). Mengambil latar waktu di masa lalu, film ini bercerita tentang kisah cinta yang berjalan tragis. Suatu malam Robbie (James McAvoy) makan malam bersama keluarga kekasihnya, Cecilia (Keira Knightley). Di malam yang sama tanpa disangka terjadi pemerkosaan yang dilakukan pada salah satu anggota keluarga. Briony, adik Cecilia, yang cemburu melihat kakaknya lalu menuduh Robbie sebagai pelaku. Setelah saat itu, jalan hidup ketiga orang ini berubah drastis.

Atonement Atonement (sumber: IMDb)

Baiklah, mari kita bahas mengapa saya memasukkan Atonement dalam tulisan ini. Pembahasan kita akan spoiler, maka ingatlah bahwa saya sudah memperingatkan, ya! Jadi, di akhir film akan ada adegan saat Briony sudah tua dan ia diwawancarai mengenai buku yang ia tulis. Buku tersebut bercerita tentang kehidupan Robbie, Cecilia, dan dirinya sejak peristiwa itu. Makanya, saya merasa adegan itu bisa dianggap mirip dengan 'tokoh yang bercerita masa lalu'.

Mengapa saya masukkan dalam Daftar Harapan? Karena mirip tidak berarti sama. Saya merasa adegan tersebut belum cukup sebagai 'tokoh yang bercerita masa lalu'. Mungkin setengahnya saja. Kalau film lain itu biasanya diawali dan diakhiri tokoh yang bercerita tersebut. Setting adegannya di masa kini. Namun film ini hanya ada di adegan terakhirnya saja. Itupun ia tidak benar-benar bercerita, tapi lebih mengomentari cerita yang audience di ruangan itu sudah tahu dari bukunya. Jadi jelas ya, mengapa saya menyebutkan film ini di tulisan ini tapi tidak memasukkannya dalam daftar?

Alasan lain mengapa saya merasa harus menyebut tentang film ini yaitu karena saya suka film ini. Pertama kali saya menonton film ini yakni saat saya masih kecil/remaja, mungkin SMP, saya tidur di depan TV yang masih menyala dan sekitar jam tiga pagi melihat Trans7 menayangkan film ini. Saat itu saya tidak menontonnya lengkap, bahkan cuma secuplik saja. Cuplikan bagian akhir, yang saya ingat terutama adegan saat Robbie dan Cecilia bermain mesra di pantai di dekat rumah mereka. Adegan itu sangat membekas bagi saya. Saya merasa adegan itu terasa indah dan bahagia, tapi entah mengapa rasanya ada yang salah, ada yang kurang. Seakan-akan itu bukan realita. Saya tidak tahu film itu apa, karena tidak tertulis judulnya waktu itu, tapi saya selalu ingat. Akhirnya saat saya SMA saya tahu film itu Atonement dan saya tonton secara lengkap. Dan memang, kesan saya tentang ending itu benar berdasarkan keseluruhan cerita. Saya lalu kagum bagaimana satu adegan dalam film bisa begitu menyiratkan pesan yang begitu rumit. Satu film yang sangat berkesan bagi saya, yang selalu bisa saya rekomendasikan ke orang-orang.

Penutup

Kesimpulan dari tulisan ini, teknik 'tokoh bercerita masa lalu' cocok untuk film-film dengan cerita rumit atau cerita yang menyentuh.

Cerita rumit misalnya cerita kriminal, detektif, atau mafia gengster. Teknik ini cocok karena film dapat mengurai elemen-elemen cerita menjadi bagian-bagian yang disampaikan satu per satu oleh sang tokoh. Teknik ini juga membuat penonton punya satu sudut pandang yang jelas yang dapat diikuti dengan mudah. Selain itu, sang tokoh itu sendiri bisa saja memberikan analisis-analisisnya terhadap peristiwa yang terjadi. Mungkin juga tokoh-tokoh pendengar yang melakukan. Hal ini lebih lanjut menambah mudah proses penyampaian informasi.

Sedangkan cerita yang menyentuh biasanya kisah cinta atau kisah drama kehidupan. Mirip dengan cerita rumit, teknik ini juga menampilkan kisah dari sudut pandang yang pasti. Drama yang menyentuh adalah tentang simpati, dan saat kita bisa masuk ke sudut pandang tokoh, maka kita bisa merasakan apa yang ia rasakan. Perasaan senang, bahagia, jatuh cinta, sedih, terluka, patah hati, berbagai naik-turunya emosi yang bergejolak dalam dirinya, seakan turut kita alami. Selain itu, teknik ini menurut saya juga memberi kedekatan antara penonton dan tokoh. Tokoh dalam film seakan-akan teman, sahabat, sanak saudara, bahkan kekasih, yang sedang mengungkapkan kisah yang amat berarti baginya.

Itu saja tulisan kali ini. Mungkin ini adalah daftar berisi film yang paling saya lupa ceritanya yang pernah ada di blog ini. Saat saya menulis, saya merasa tidak sesenang saat saya menulis tulisan-tulisan lain yang saya ingat betul materinya. Namun saya tetap berusaha menuliskannya sebagaimana perasaan dan pikiran saya menuju. Saya sebenarnya bisa mencari sinopsis di internet, tapi saya merasa jadinya bukan sudut pandang saya yang saya gunakan. Sebenarnya tidak apa-apa juga sih. Ya entahlah. Mungkin saya coba-coba di tulisan selanjutnya, kita lihat saja nanti.

Bagaimanapun, semoga tetap bermanfaat. Mohon maaf atas kesalahan yang ada. Jika ingin memberi koreksi, kritik dan saran silakan tulis di komentar atau silakan hubungi saya. Semoga kita sehat dan bahagia selalu, dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya. Bye for now!

Sumber

Gambar fitur 'Group Discussion Vectors' oleh Vecteezy

Komentar

Ingin berkomentar?